Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

mes@iainmadura.ac.id

DIALOG INTERAKTIF RAMADHAN: DOSEN LAKSANAKAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI SIARAN KARIMATA FM 103.3 DINAMIKA MADURA

  • Diposting Oleh Admin Web MES
  • Kamis, 12 Maret 2026
  • Dilihat 196 Kali
Bagikan ke

Pamekasan – Dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Fadllan, M.A selaku Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sekaligus Plt. Ketua Program Studi Ekonomi Syariah melaksanakan kegiatan dialog interaktif Ramadhan melalui siaran Radio Karimata FM 103.3 Dinamika Madura pada hari Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya akademisi untuk menyebarluaskan pengetahuan keagamaan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tantangan spiritual di era digital, khususnya bagi generasi muda.

Dialog interaktif dengan mengangkat tema “Tantangan Generasi Z dalam Menjaga Ibadah Ramadhan: Navigasi Gen Z antara Layar Smartphone dan Sajadah Ibadah.” Kegiatan ini disiarkan secara langsung dan dapat diikuti oleh masyarakat luas, sehingga pesan-pesan edukatif yang disampaikan dapat menjangkau berbagai kalangan.

Dalam pemaparannya, Dr. Fadllan, M.A menjelaskan bahwa dinamika Ramadhan pada masa kini mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi digital. Jika pada masa sebelumnya Ramadhan identik dengan suasana spiritual yang lebih tenang dan khusyuk, saat ini masyarakat hidup dalam ruang digital yang selalu terkoneksi (always on). Kondisi tersebut menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda dalam menjaga kualitas ibadah di tengah arus informasi dan distraksi digital yang begitu kuat.

Ia menegaskan bahwa tantangan utama generasi saat ini bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan godaan notifikasi media sosial, berbagai konten digital, serta aktivitas daring yang seringkali menyita waktu dan perhatian. Fenomena seperti doomscrolling kebiasaan menelusuri konten media sosial secara berlebihan menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat mengalihkan fokus seseorang dari aktivitas yang lebih produktif, termasuk ibadah.

Namun demikian, teknologi tidak selalu berdampak negatif. Dalam penjelasannya, Dr. Fadllan, M.A menuturkan bahwa media sosial dan perangkat digital juga memiliki potensi besar sebagai sarana dakwah dan penguatan spiritualitas. Melalui platform digital, masyarakat dapat dengan mudah mengakses kajian keislaman, mengikuti ceramah ulama, serta membangun komunitas daring yang saling mengingatkan dalam kebaikan.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital dalam kehidupan beragama. Masyarakat perlu lebih selektif dalam menerima informasi keagamaan yang beredar di media sosial agar tidak terjebak pada potongan ceramah tanpa konteks atau bahkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sebagai langkah solutif, Dr. Fadllan, M.A mengajak generasi muda untuk membangun keseimbangan antara kehidupan digital dan spiritual dengan menerapkan beberapa strategi, seperti melakukan selective digital detox pada waktu-waktu tertentu di bulan Ramadhan, menyaring konten media sosial agar lebih inspiratif, serta meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an melalui kebiasaan membaca secara konsisten.

Menurutnya, Ramadhan merupakan momentum yang sangat tepat untuk melakukan refleksi diri sekaligus menata kembali hubungan manusia dengan teknologi. Kemenangan sejati dalam Ramadhan tidak hanya diukur dari keberhasilan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dari kemampuan menjaga hati agar tetap terhubung dengan Allah di tengah berbagai distraksi dunia digital.

Kegiatan dialog interaktif ini mendapat sambutan positif dari para pendengar Radio Karimata FM. Melalui program siaran yang menjangkau masyarakat luas, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah perkembangan teknologi modern.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan peran akademisi tidak hanya terbatas pada ruang kelas dan kegiatan akademik di kampus, tetapi juga mampu hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk memberikan pencerahan, edukasi, serta solusi terhadap berbagai persoalan sosial dan keagamaan yang dihadapi masyarakat saat ini.